Langsung ke konten utama

Virall !! Sales Berkedok Wartawan Membuat resah Kades di Banjarnegara


KAB. BANJARNEGARA - KABAR NASIONALIS
 

Kades Se-Banjarnegara Resah di datangi Oknum mengaku  Wartawan dan mengintimidasi beberapa Kades untuk membeli Foto Presiden dan kabinet dengan harga fantastik kisaran 500  ribu dan bukan saja ada taplak meja, kaos, hal ini terjadi di wilayah Kab. Banjarnegara, beberapa  laporan dari Desa dan  terpantau pengurus IPJT Banjarnegara, pada Kamis (28/11/2024). Beberapa Desa tersebut adalah Desa Pungelan, Wanayasa, Karangkobar dan Batur serta beberapa Desa lainnya. 

Ketua Sekber Insan Pers Jawa Tengah DPC Banjarnegara Christian Joharianto beri tanggapannya, " perlakuan yang mengatasnamakan Wartawan untuk menjual produk ini sangat meresahkan karena semua ini sudah keluar dari kode etik  jurnalistik, hal tersebut telah mencoreng nama baik Wartawan, kami menghimbau kepada  Kades se Banjarnegara bersama sama menolak keras wartawan yang tidak sesuai dengan Jurnalistik dan memberikan penjelasan kepada Oknum Wartawan bahwa tugas Junalis adalah mencari, mengali Informasi agar menjadi sebuah berita yang aktual, berimbang dan dapat di percaya, bukan menjual barang".

Christian menambahkan pengurus IPJT Banjarnegara tidak akan tinggal diam, hal ini sudah menyangkut nama baik Jurnalis karena kami akan berkerja sama dengan kepada Pihak berwajib  bila menemukan Oknum Wartawan memaksa dan mengintimidasi instansi pemerintah Kabupaten dan Desa, untuk membeli produk mereka. 

Supriyanto Kades Ambal menambahkan " Saya sebagai Kepala Desa mendukung kinerja Wartawan yang profesional, namun terkait dengan oknum yang mengatasnamakan wartawan yang menjual belikan sesuatu barang ke instansi dengan harga yang fantastis (tidak sesuai dengan harga pasar) kami kecewa apalagi ada unsur pemaksaan dan intimidasi, itu akan mencoreng nama baik wartawan".

Sementara itu, Kepala Desa Batur, Ahmad Fauzi, S.H.I. ketika dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp menyatakan, dirinya sangat mengapresiasi kunjungan rekan-rekan media di lingkungan Pemerintah Desa sebagai bentuk silaturahmi sekaligus kontrol sosial melalui media, namun di sisi lain ketika kode etik jurnalistik sedikit terabaikan, maka di situlah muncul celah bagi oknum tertentu untuk memanfaatkan keadaan dengan "memaksa" Kepala Desa atau perangkat Desa tertentu untuk berkontribusi atau membeli produk yang mereka tawarkan.

Fauzi berpesan kepada teman-teman media untuk tetap berpegang kepada kode etik jurnalistik sehingga fungsi media sebagai agen penyebar kabar sekaligus kontrol sosial bisa tersampaikan.

Senada dengan itu Praktisi Hukum, Ketua DPC IKADIN Banjarnegara Harmono, SH, MM, CLA mengatakan " adanya Sales yg berkedok Wartawan menjual Foto presiden, taplak taplak, menjual dgn cara intimidasi jika konsumen tdk berkenan oknum sales tersebut dapat berpotensi dijerat pasal pemerasan pasal keresahan dan UU Perlindungan konsumen karena konsumen dalam membeli sesuatu harus terbebas dr ancaman intimidasi dia, konsumen juga ada perlindungan hukumnya. 

" Jika oknum sales menjual dengan ancaman kalau tdk membeli akan diberitakan adalah bentuk pemerasan sesuai pasal 368 KUHP, 351 Perbuatan tdk menyenangkan  dan UU perlindungan konsumen lebih khususnya, " Tegasnya. Ia menghimbau agar kades kades yang merasa tidakk ingin membeli tidak usah takut  kalau diberitakan menurut kami hanya gertak sambal desa harus tegas".pungkasnya.

( Amin/Salim )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...