Langsung ke konten utama

Plh Ka Rutan Kelas IIA Palangka Raya Diminta Segera Diganti !! Dinilai Tidak Profesional


PALANGKA RAYA  -  KABAR NASIONALIS

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya, kembali menjadi sorotan publik terhadap pelayanan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama ini.

Sebelumnya marak terjadinya dugaan Pungli terhadap WBP, dan permasalahan narkoba di Rutan Kelas IIA Palangka Raya, kini kembali dugaan penyalahgunaan kewewenangan dalam yang dilakukan oleh Plh Karutan yang baru saja menjabat.

Berdasarkan sumber media ini yang tidak mau dipublikasikan namanya, menyampaikan bahwa selama Plh Karutan Kelas IIA Palangka Raya yang saat baru menjabat, banyak tindakan yang tidak sesuai Standar Operasional Pekerjaan (SOP), yang diamanatkan kepada petugas Rutan.

Tentunya hal ini menghilangkan dan merugikan hak WBP yang sebagian juga masih berstatus terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan.

 "Saat ini kami yang masih persidangan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, baik itu dengan pihak kuasa hukum maupun keluarga," kata sumber yang disembunyikan namanya.

Dijelaskannya bahwa pihak Rutan Kelas IIA Palangka Raya, sangat gencar dalam merazia alat komunikasi dan peralatan yang dilarang ada di dalam Rutan.

Namun hal itu tidak tampik oleh sumber media ini  Rabu,29 Januari 2025, akan tetapi alat komunikasi seperti Handphone tentulah sangat di harapkan oleh WBP dalam membantu urusan hukumnya di Pengadilan, terutama yang berasal dari luar kota Palangka Raya.

 "Ok lah Handphone dilarang keberadaannya di Rutan, karena memang dilarang akan tetapi seharusnya pihak Rutan harus menyediakan hak WBP seperti Wartel harus ada. Ini tidak ada," tegasnya kembali.

Selain itu juga, dalam melaksanakan ibadah bagi umat Muslim, Plh Karutan Kelas IIA Palangka Raya dinilai telah ketidaknyaman bagi umat Muslim WBP, karena diduga melarang WBP sebagai Imam Sholat di Masjid dan mengharuskan seorang Imam dari luar Rutan.

Atas kebijakan yang telah dilakukan oleh plh Karutan tersebut, membuat ketidaknyaman WBP karena Rutan Kelas IIA Palangka Raya juga banyak tokoh - tokoh Muslim dan tokoh penjabat yang menjalani proses hukuman. Hal ini seolah-olah WBP tidak wajar menjadi Imam sesama WBP.

Sumber lain juga mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya, dirinya pernah berada di Rutan Salemba dan LP Salemba. WBP di Rutan tersebut membuka blok dan kamar sebelum sholat subuh bagi warga binaan.

Tentunya hal ini juga memerlukan aturan dan kebijakan yang ekstra, yang sifatnya demi kemaslatan WBP kedepan. 

Dan lebih parah lagi, diduga juga dengan ada beberapa tahanan yang saat ini berada di Sel sunyi (Sel Khusus), yang seharusnya sudah bisa dikembalikan ke blok atau ke kamarnya.

 "Ada 8 orang WBP yang sudah lebih 20 hari, dikumpulkan berdesakan, seharusnya dan atas statamen Karutan sudah dibebaskan, namun sampai saat ini belum dikembalikan ke kamarnya masing-masing,"sebutnya.

Dan ditambahkannya ada diminta beberapa dana/uang kepada WBP tersebut untuk segera cepat bebas, dengan nominal Rp 15 jutaan per satu orang. Dana tersebut, diduga untuk membeli cat atau alasana lainnya, kata sumber ini menyampaikan.

Sementara itu pihak Plh Karutan Kelas IIA Palangka Raya, sampai media ini menaikan belum memberikan keterangan Resmi terkait dugaan yang menerpa instansi yang di pimpinnya.

Praktisi hukum sekaligus ketua DPD Peradi Bersatu Kalteng dan Pimpinan filma hukum Lawfirm Scorpions Pusat Adv.Haruman Supono, SE, SH, MH, AAIJ menyoroti klien - klien kami sangat sulit dikomun8kasikan dengan adanya pembatasan jadwal berkunjung dan konsultasi hanya hari Senin sd hari Jumat Sabtu,minggu dan hari libur tidak dapat mengunjungi klien kami terlalu di batasi,padahal proteksi bantuan hukum nonstop 24 jam kapan pun Penasehat Hukum (PH) berhak temui kliennya tanpa di batasi waktu terutama di jamnkerja dan hari libur,jika yang sifatnya urgent, jelas bang Haruman pada media ini. 

Kami berharap agar jangan berlebihan terlalu di buat2, kami minta pihak dirjen Lapas maupun kanwil dan kadiv lapas cek ke rutan kelas IIA jangan asal terima dari sepihak plh ka rutan yang tidak sesuai fakta sebenarnya,kami minta pengawasan internal yang profesional,tegas bang Haruman menutup pembicaraan pada awak media via ponselnya. 


( TIm / ED )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...