Langsung ke konten utama

Soal Pemeliharaan Penerangan Jalan, Pemkot Bandung Teken Kerja Sama dengan PT Haleyora Powerindo


KOTA BANDUNG - KABAR BASIONALIS

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perhubungan Kota (Dishub) Kota Bandung menandatangani kerja sama dengan PT. Haleyora Powerindo terkait pemeliharaan penerangan jalan di Kota Bandung. 

Kerja sama ini ditandatangani oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi, Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi dan disaksikan langsung oleh Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara di Hilton Hotel, Kamis 23 Januari 2025.

Menanggapi kerja sama ini, Koswara optimis, jika dilaksanakan oleh tenaga profesional maka maka pemeliharaan penerangan jalan di Kota Bandung lebih baik. 

"Saya yakin profesional. Dengan kondisi yang lebih baik, maka dengan kerja sama bisa maksimalkan pemanfaatan penerangan jalan," bebernya. 

Koswara meminta, Dishub Kota Bandung menyisir jalan-jalan yang memiliki potensi kerawanan. Termasuk berkoodinasi dengan dinas lain jika ada pohon yang menghalangi penerangan jalan.

"Dishub tolong jalan mana saja yang menjadi potensi kerawanan. Selain itu, PJU (penerangan jalan umum) yang tertutup oleh pohon bisa cepat diselesaikan. Secepatnya dilakukan pemangkasan," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi, Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi mengungkapkan, di Kota Bandung terdapat 40 ribu tiang PJU dan 15 ribu PJL (penerangan jalan lingkungan). 

"Mulai tahun 2025 ini, pemeliharaannya kita percayakan kepada PT Haleyora Powerindo, secara pengalaman sudah profesional," tutur Panji. 

Sedangkan SDM untuk pemeliharaan tersebut berjumlah 72 orang dengan kontrak 11 bulan. 

Dengan kontrak ahli daya profesional di bidang tersebut, Panji memastikan, pelayanan penerangan bisa lebih baik. 

"Kita harap dengan tenaga profesional ini memberikan pemeliharaan yang lebih optimal bagi masyarakat, " katanya. 

Sedangkan Manager UP 1 PT Haleyora Powerindo Jawa Barat, Doddy Prariyadi berharap Kota Bandung menjadi pilot project dalam pelaksanaan kegiatan pemeliharaan penerangan jalan. 

"Kita harap Kota Bandung ini menjadi pilot project, mampu memberikan nilai tambah dalam penerangan, sehingga aset pemerintah terjaga dan terpelihara," ungkapnya. 

Di kesempatan yang sama, Manager PT PLN UP 3 Bandung, Leandra Agung menyampaikan, kerja sama ini merupakan pertama kali dalam pelaksanaan 'manpower' (tenaga kerja) antara Pemkot Bandung dan PT. Haleyora Powerindo. 

"Ini merupakan pertama untuk kegiatan manpower dalam pemeliharaan PJU dan PJL di bawah Pemkot Bandung. Sebagai penyedianya PT. Haleyora Powerindo didukung oleh PT. PLN," ujarnya. 

Ia berharap kerja sama ini mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya untuk penerangan jalan di Kota Bandung. 

( Suhardi Sinaga )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...