Langsung ke konten utama

Berbagai Jenis Miras di Tawangsari, Selomerto,Wonosobo Masih Bebas Berjualan Walaupun Di Bulan Suci Ramadhan


KAB. WONOSOBO -- KABAR NASIONALIS

Meski bulan suci Ramadan adalah waktu yang penuh berkah bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan kedisiplinan diri, kenyataannya di beberapa wilayah Kabupaten Wonosobo masih ditemukan aktivitas yang bertentangan dengan semangat Ramadan. Salah satunya adalah beredarnya penjualan minuman keras (miras) di wilayah Tawang Sari, Kecamatan Selomerto, yang diduga masih bebas dijual oleh pedagang, meskipun sudah ada larangan tegas dari pihak berwenang.

Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat setempat, beberapa pedagang di wilayah tersebut tetap melanjutkan aktivitas penjualan miras selama bulan Ramadan tanpa ada tindakan yang jelas dari aparat terkait. Meskipun keberadaan pedagang miras tersebut sudah menjadi perhatian masyarakat, namun penjualan miras masih tetap berlangsung di beberapa titik tertentu.

Pada bulan yang penuh kemuliaan ini,banyak pihak yang berharap agar kegiatan semacam ini segera dihentikan.Minuman keras yang dijual di kawasan Tawang Sari berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum, apalagi pada bulan Ramadan di mana umat lslam menjalankan ibadah puasa dan memperbanyak amal ibadah.Keberadaan miras juga sering kali berhubungan dengan permasalahan sosial lainnya, seperti keributan dan prilaku yang tidak senonoh.


Masyarakat berharap agar aparat kepolisian dan dinas terkait segera turun tangan untuk menertibkan praktik ilegal ini,guna menjaga ketenangan dan kenyamanan di bulan suci bagi umat Islam. Tidak hanya itu,masyarakat juga meminta agar ada pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran minuman keras di wilayah tersebut,untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum yang lebih besar.

Pihak berwenang diharapkan untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pedagang miras ilegal agar ketertiban di wilayah Kabupaten Wonosobo tetap tetap terjaga,khususnya selama bulan suci Ramadan yang merupakan waktu untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

( Tim media )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...