Langsung ke konten utama

PELAKSANAAN ANGGARAN "DAK" AIR BERSIH DI DESA KALIDADAP, KECAMATAN WADASLINTANG, KABUPATEN WONOSOBO DIDUGA PROSES PENGERJAANNYA TIDAK SESUAI KETENTUAN TEKNIS


KAB. WONOSOBO -- KABAR NAAIONALIS

Terkait dengan adanya proyek pembangunan air bersih di Desa Kalidadap, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar kurang lebih Rp 750.000.000 untuk tahun anggaran 2024, muncul dugaan penyalahgunaan anggaran dan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan.

Proyek yang diserahkan pada akhir Desember 2024 kepada pelaksana kelompok masyarakat yang diketuai oleh Sujadi, dengan anggota di antaranya Sekretaris,Hartanto (Bendahara), Watono (Seksi Pembangunan), dan Teguh (Seksi Teknis), diduga tidak mengikuti spesifikasi yang telah disepakati.

Adapun dugaan penyimpangan yang ditemukan di lapangan antara lain:

1. *Pekerjaan Galian dan Pemasangan Pipa yang Tidak Sesuai Standar:*

Pekerjaan galian dan pemasangan pipa saluran air ditemukan tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang ada. Kedalaman galian pipa saluran air kurang dari 30 cm, bahkan terdapat pipa yang tidak terurug tanah sama sekali, padahal berdasarkan standar teknis, pipa seharusnya tidak boleh terlihat dan harus tertutup tanah dengan kedalaman minimal 30 cm.

2. *Sisa Pralon yang Tidak Digunakan:*

Ditemukan sisa Pralon sebanyak 8 gulung dengan panjang keseluruhan kurang lebih 800 meter, yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah bahan yang digunakan dan yang dibutuhkan proyek tersebut.

3. *Pungutan Biaya Untuk Pembelian:*

 Masyarakat juga melaporkan adanya pungutan biaya sebesar Rp 200.000 untuk pembelian meteran,yang seharusnya tidak dibebankan kepada warga jika proyek tersebut dibiayai dengan anggaran negara.

 Dengan adanya temuan ini, banyak pihak yang merasa kawatir mengenai penggunaan anggaran yang tidak transparan dan adanya dugaan maladministrasi dalam pelaksanaan proyek Pamsimas di desa kalidadap. Anggaran sangat besar,yaitu kurang lebih Rp 750.000.000, seharusnya digunakan dengan transparansi dan sesuai prosedur agar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang, baik dari inspektorat,BPKP, maupun Dinas pekerjaan Umum Kabupaten Wonosobo, dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dugaan penyimpanan ini.Langkah hukum yang tepat diharapkan agar segera dilakukan,demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran publik dan memastikan bahwa pembangunan air bersih dapat berjalan sesuai harapan.


( Tim/Red )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...