Langsung ke konten utama

Polsek Sapuran Lakukan Pembinaan Terhadap Remaja yang Akan Melakukan Perang Sarung


KAB. WONOSOBO -- KABAR NASIONALIS

Kapolsek Sapuran, Suryanto S.H., M.H., telah mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi tindakan yang tidak sesuai dengan norma sosial yang dilakukan oleh sekelompok remaja di bawah umur. Pada malam hari, 1 Maret 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, Kapolsek menerima informasi mengenai niat sekelompok remaja yang masih duduk di bangku SMP untuk melakukan "perang sarung" yang direncanakan melalui media WhatsApp Group di Alun-Alun Sapuran.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Sapuran bersama anggotanya langsung turun ke lapangan dan mengamankan para remaja yang terlibat, guna mencegah terjadinya tindakan yang dapat meresahkan masyarakat. Para remaja tersebut kemudian dibawa ke Polsek Sapuran untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada hari berikutnya,2 Maret 2025,sekitar pukul 10.00.WIP,para orang tua dari remaja yang terlibat di undang untuk hadir dipolsek Sapuran .Kapolsek Suryanto S.H.,M.H. memimpin langsung proses pembinaan terhadap para remaja tersebut.Dalam kesempatan itu ,Bapak Suryanto memberikan nasehat dan membina yang tegas,agar para remaja tersebut tidak mengulangi perbuatan yang dapat merugikan diri mereka sendiri dan mengganggu ketertiban umum.


Setelah pembinaan selesai,para remaja bersama orang tua mereka menandatangani surat peryataan yang berisi komitmen untuk tidak mengulangi tindakan serupa di masa depan.Mereka juga secara terbuka meminta maaf kepada orang tua mereka masing-masing masing atas perbuatan yang telah dilakukan.

Kapolsek Suryanto mengungkapkan, "Kegiatan yang direncanakan oleh para remaja ini jelas bertentangan nilai-nilai kedisiplinan dan sopan santun.Oleh karena itu,kami harap dengan adanya pembinaan ini, mereka dapat lebih mengerti dan menghargai norma yang berlaku di masyarakat.Kami juga meminta para orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak mereka agar kejadian serupa tidak terulang.

Setelah seluruh proses pembinaan selesai,para remaja tersebut di kembalikan ke pada orang tua masing -masing untuk kembali ke rumah dan melanjutkan kegiatan mereka dalam lingkungan yang lebih positif.


(Amin/Salim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...