Langsung ke konten utama

Deklarasi Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat, Agus Ega Terpilih Sebagai Ketua Umum.


KOTA BANDUNG -- KABAR NASIONALIS

Berbuah langkah kolaboratif penting dalam bidang pendidikan telah lahir di Kota Bandung. Bertempat di Jln. Ahmad Yani, Sabtu (12/4) telah terbentuk sebuah Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat, yang diinisiasi oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan media, organisasi masyarakat (ormas), Relawan pendidikan, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan Aktivis Pemerhati Pendidikan.

Aliansi ini merupakan wujud dari kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi dan masa depan pendidikan di Indonesia, khusu di wilayah Bandung dan Jawa Barat, ucap Agus Ega.

Dalam pertemuan tersebut, Bapak Agus Ega dari organisasi Paku Pajajaran resmi terpilih sebagai Ketua Aliansi Pemerhati Pendidikan, yang diketahui Dewan Pembina dan Dewan Penasehat didampingi oleh tim KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) yang telah terbentuk untuk mendukung kinerja Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat ke depan.


Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat  ini dibentuk atas dasar semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap dunia pendidikan. Sesuai dengan definisinya, aliansi merupakan bentuk kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini, tujuan utama adalah terwujudnya pendidikan yang adil, beradab, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kualitas sumber daya manusia, Tandas Agus Ega.

Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat ini terdiri dari para pemerhati pendidikan, yaitu individu-individu yang secara aktif mengamati, mencermati, dan memberikan perhatian lebih terhadap isu-isu pendidikan, baik secara formal maupun non-formal. Mereka berasal dari berbagai latar belakang namun memiliki satu tujuan yang sama: mendorong perbaikan sistem pendidikan demi masa depan generasi bangsa, tambahnya.

Pendidikan sendiri merupakan proses penting dalam membentuk sikap dan tata laku manusia. Lewat pengajaran dan pelatihan, proses ini bertujuan untuk mendewasakan individu baik secara intelektual maupun moral. Termasuk di dalamnya pendidikan anak usia dini, yang menjadi fondasi utama bagi pembentukan karakter anak sejak dini.

Makna dari terbentuknya Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat ini tidak hanya sekadar simbolik, melainkan panggilan nyata bagi semua pihak untuk turut serta menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik. Dengan semangat kolaborasi, semua aspek masyarakat diharapkan dapat saling membantu demi tercapainya keadilan pendidikan yang merata, inklusif, dan beradab, ucap Agus Ega.

Menurut ketua Aluansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat Agus Ega menuturkan, ” Terbentuk nya Aliansi ini semoga bisa berperan aktif di dunia pendidikan, serta bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat, ” pungkasnya.


( Red )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...