Langsung ke konten utama

Kasus Dua Oknum Wartawan Yang Terancam Pasal 368 KUHP, Ada Apa !! Ketua IWOI Jateng Angkat Bicara


SEMARANG -- KABAR NASIONALIS

Kasus Yang Menimpa dua oknum wartawan salah satu media Yang terjadi di wilayah Hukum Polresta Cilacap yang Melakukan Pemerasan  Salah satu toko penjual Rokok Ilegal di wilayah Cilacap .

Teguh supriyanto selaku Ketua DPW IWOI Jateng ( Ikatan Wartawan Online Indonesia), Menyayangkan Kenapa penjual rokok ilegal yang sudah keliatan di depan mata justru tidak ikut di tangkap, Hal ini lah yang perlu di pertanyakan ke pihak Polresta Cilacap yang menangani kasus ini.

Sebenarnya ada nya Permasalahan ini jelas jelas dari temuan dua wartawan yang menemukan toko penjual rokok Elegal yang mana di situ terjadi,    dan dugaan ada nya penyuapan atau pemerasan dua wartawan ke pihak toko penjual rokok Elegal  yang di maksut. 

*Tentunya tak ada asap tak ada api* 

Harus nya dengan ada nya temuan tersebut yang benar benar merugikan negara dengan menjual rokok tanpa cukai, dari polresta  menindak lanjuti juga penjual rokok nya, bukan hanya memproses pemerasan nya oknum wartawan nya saja, pemilik rokok tersebut harus nya juga di proses donk.

*Hal ini lah yang sangat di sayangkan ada apa ........?*

Teguh selaku ketua IWOI Jateng akan ikut mengawal perjalanan kasus yang menimpa dua wartawan media .......... Sekaligus akan menanyakan ke kaporesta Cilacap tutur nya.

Teguh menyampaikan sudah mencoba datang langsung ke polresta Cilacap untuk bertemu Kapolresta  cuma belum ketemu karena hari Sabtu dan Kapolres tidak ada di tempat. Dan hanya ketemu salah satu perwira piket Reskrim.

Kedatangan saya dari Semarang ke Cilacap bersama lembaga KANI, yang merasa prihatin sekaligus men support keluarga wartawan tersebut, 

Diwaktu yang sama tempat berbeda kita sempat kan datang  bertemu salah satu keluarga dari oknum wartawan tersebut.

Dalam bincang dengan keluarga memang membenarkan kalau suaminya di tangkap polres namun awalnya saya bingung karena saya ngak tau kalau suami saya ada masalah tutur Evi.

Evi selaku istri menyampaikan kalau z di rumah sebagai tulang punggung keluarga dengan suami saya di tangkap ini saya selaku istri bingung karena ekonomi kita seperti ini dan anak kami butuh biyaya, Evi berharap semoga z bisa cepet pulang tutur nya.

( Tim )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...