Langsung ke konten utama

Peduli Kesehatan di Balik Jeruji, Lapas Garut Gelar VCT untuk Warga Binaan


KAB. GARUT -- KABAR NASIONALIS

Kepedulian terhadap kesehatan tak mengenal batas, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana. Hal itu terlihat jelas dalam kegiatan *Voluntary Counseling and Testing* (VCT) yang digelar oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Rabu (23/4/2025). 

Ratusan warga binaan dengan antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran HIV/AIDS.

Sejak pagi, aula lapas disulap menjadi ruang pelayanan kesehatan terpadu. Tim medis dari Puskesmas Sukasenang yang sudah terbiasa menangani kegiatan serupa datang lengkap dengan peralatan tes dan materi edukasi.

Proses dimulai dengan sesi konseling kelompok, di mana warga binaan diberikan pemahaman tentang HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, dan pentingnya mengetahui status kesehatan diri sendiri.

Kepala Lapas Garut, Rusdedy dalam sambutannya, menekankan bahwa hak atas kesehatan adalah hak dasar setiap individu, termasuk warga binaan. 

“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan mendapatkan layanan kesehatan yang layak. VCT ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan mereka, dan juga bagian dari upaya menciptakan lingkungan lapas yang sehat dan bersih dari penyakit menular,” ujarnya.

Usai sesi konseling, warga binaan diarahkan satu per satu untuk melakukan pengambilan sampel darah secara sukarela. Proses dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat untuk menjamin kenyamanan dan kerahasiaan. Salah satu warga binaan yang mengikuti tes mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kegiatan ini.

“Saya awalnya takut, tapi setelah dijelaskan, saya jadi tahu pentingnya tes ini. Setidaknya saya bisa tahu kondisi tubuh saya, dan bisa lebih hati-hati menjaga kesehatan,” katanya dengan raut lega.

Dari sisi petugas medis, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk nyata dari pendekatan humanis terhadap narapidana. Kepala tim medis menyebutkan bahwa kegiatan VCT menjadi krusial dalam mencegah penyebaran HIV di lingkungan tertutup seperti lapas, yang memiliki potensi tinggi terhadap penularan jika tidak dikontrol secara baik.

“Kami tak hanya melakukan tes, tapi juga membuka ruang bagi mereka untuk berkonsultasi lebih jauh soal kesehatan seksual, pola hidup sehat, dan bagaimana menghadapi jika ternyata positif HIV. Ini bukan akhir, tapi langkah awal untuk hidup lebih sehat,” jelasnya.

Kegiatan VCT ini menjadi salah satu program unggulan yang rutin dilakukan di Lapas Garut. Pihak lapas berharap, selain memberikan layanan medis, kegiatan seperti ini bisa membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan menjauh dari perilaku berisiko, baik selama menjalani masa hukuman maupun saat kembali ke masyarakat nanti.

Dengan terlaksananya kegiatan VCT ini, Lapas Garut tidak hanya membuktikan komitmennya dalam pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan, tetapi juga menjadi contoh bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh mengenal diskriminasi. Hak sehat adalah milik semua orang—termasuk mereka yang sedang berproses memperbaiki diri di balik jeruji.

( Ayi Ahmad ) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...