Langsung ke konten utama

Perkuat Sistem Keamanan Internal, Lapas Garut Gelar Rolling Gembok Kamar Hunian


KAB. GARUT -- KABAR NASIONALIS

Dalam upaya memperkuat sistem pengamanan dan memastikan terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari praktik pelanggaran, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali melaksanakan kegiatan rolling atau penggantian gembok kamar hunian warga binaan. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif yang secara berkala dilakukan oleh jajaran pengamanan untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan serta mencegah adanya penyalahgunaan akses kamar oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Rolling gembok ini dipimpin secara langsung oleh Plt. Kepala Pengamanan, Iim Ruhimat beserta jajarannya. Seluruh proses dilakukan secara menyeluruh, mulai dari inventarisasi gembok lama, pengecekan kondisi kunci, hingga pemasangan gembok baru yang telah memenuhi standar keamanan. Setiap kamar diperiksa dengan teliti untuk memastikan tidak ada gembok yang aus, rusak, atau berpotensi diretas. Selain itu, rolling dilakukan secara acak tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada warga binaan, guna menjaga efektivitas dan menghindari kemungkinan manipulasi.

Kepala Lapas Garut, Rusdedy dalam keterangannya, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk rutinitas semata, tetapi bagian dari strategi penguatan pengawasan dan kendali terhadap aktivitas di dalam kamar hunian. 

"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada celah sedikit pun dalam sistem keamanan kami. Rolling gembok ini adalah langkah konkret kami dalam menciptakan lapas yang bersih, aman, dan kondusif bagi proses pembinaan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga sebagai bentuk implementasi dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk terus meningkatkan integritas dan ketertiban di lingkungan lapas. Selain mengganti gembok, petugas juga memanfaatkan momen ini untuk melakukan inspeksi kamar secara visual guna mendeteksi barang-barang terlarang maupun potensi pelanggaran tata tertib lainnya.

Kegiatan ini rencananya akan terus dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan, sebagai bagian dari sistem keamanan dinamis yang adaptif terhadap tantangan di lapangan. Lapas Garut menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi tempat menjalani masa hukuman, tetapi juga sebagai tempat pembinaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.pungkasnya 

( Ayi Ahmad ) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...