Langsung ke konten utama

Solusi Untuk Sampah !! Kami Bukanlah Orang Penting, Tapi Mungkin Orang Yang Dibutuhkan


KOTA BANDUNG -- KABAR NASIONALIS

Setelah dua dekade sejak tragedi meledaknya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah pada 21 Februari 2005 yang menelan korban jiwa dan mengguncang kesadaran nasional akan pentingnya pengelolaan sampah, kini sebuah langkah strategis diambil oleh Pemerintah Kota Bandung.

Telah resmi dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan dan Pengelolaan Sampah di Kota Bandung, yang dikomandoi oleh H. Erwin, SE., M.Pd. sebagai pimpinan Satgas Darurat Sampah. Satgas ini diharapkan mampu bergerak cepat, tegas, dan menyentuh akar persoalan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Negara kali ini tidak boleh lagi hanya menghilangkan gejala, tapi harus mampu mengobati penyakit di sektor persampahan,” tegas Angga Sanjaya, perwakilan dari bidang lingkungan Aliansi Pemerhati Pendidikan.

Aliansi ini menekankan bahwa persoalan sampah bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal komitmen. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Tak cukup sekadar mencari solusi sementara atau proyek jangka pendek—dibutuhkan sistem, teknologi yang tepat, dan keberanian untuk menerapkan kebijakan tegas, termasuk sanksi bagi pelanggaran. Dengan pendekatan yang menyeluruh, sampah bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat, bukan sumber bencana.

Beragam teknologi pengolahan sampah memang tersedia, tetapi pertanyaan besarnya adalah: siapa yang bersedia menggunakan teknologi itu dengan komitmen penuh dan keberanian untuk menanggung risiko serta melaksanakan punishment yang adil?

Kini saatnya membuka episode baru dalam sejarah pengelolaan sampah di Indonesia. Mari bergandengan tangan dan sadar sepenuhnya bahwa tanggung jawab pengelolaan sampah adalah milik kita bersama.

Kita bisa. Kita kreasi. Anak bangsa mampu.

Rilisan oleh:

Angga Sanjaya

Bidang Lingkungan – Aliansi Pemerhati Pendidikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...