Langsung ke konten utama

Ada Apa Dengan Notaris yang di duga sulap 𝐊𝐰𝐢𝐭𝐚𝐧𝐬𝐢 𝐊𝐨𝐬𝐨𝐧𝐠 𝐉𝐚𝐝𝐢 berisi jual beli dan menjadi 𝐁𝐞𝐧𝐜𝐚𝐧𝐚, 𝐑𝐮𝐦𝐚𝐡 𝐑𝐚𝐭𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐉𝐮𝐭𝐚 𝐑𝐮𝐩𝐢𝐚𝐡 Lenyap !!!


PURWOKERTO - ( KABAR NASIONALIS )

Kasus dugaan penipuan jual beli rumah dengan modus operandi yang tak biasa kini tengah ditangani Polresta Banyumas. Seorang pria bernama Ari Prasetyo (40), warga Perumahan Griya Satria, Purwokerto Utara, melaporkan kerugian fantastis, raibnya rumah dengan harga ratusan juta dan barang-barang berharga dari rumahnya yang diduga telah dijual tanpa sepengetahuannya secara penuh.

Menurut laporan Ari Prasetyo, permasalahan ini bermula saat ia membeli rumah di Perumahan Bumi Arca Indah Blok 11 No. 11B, Purwokerto Timur, pada tahun 2008 melalui kredit Bank Bukopin. Setelah melalui proses take over ke Bank Danamon pada tahun 2011, dan kembali lagi ke Bank Bukopin pada Januari 2013, sertifikat hak milik (SHM) rumah tersebut masih berada di bank.

Titik balik kasus ini terjadi sekitar November 2016, ketika ibu Ari, Sudiyati, meminta bantuan Edward ( *Direktur pusat perbelanjaan Ternama di Gombong- Kebumen* ) untuk menebus SHM yang dijaminkan di Bank Bukopin. Edward di sebut-sebut Memberikan pinjaman Sejumlah Rp 300 juta Rupiah kepada Ari prasetyo untuk menebus SHM di bank Bukopin. Edward menjanjikan pinjaman sejumlah Rp 500 juta yang nantinya setiap bulanya membayar Bunga Rp. 19 juta Rupiah, merekapun bersepakat secara lisan untuk menjual rumah tersebut bersama jika tidak sanggup membayar bunganya dan akan di berikan pembagian keuntungan jika laku dengan harga tinggi.

Setelah SHM diambil, Ari Prasetyo dan ibunya diajak Edward ke Notaris/PPAT Maria Emelia Widyanti Iskandar, SH. Di sana, Ari mengaku diminta menandatangani surat pengikatan jual beli dan yang paling mengejutkan, sebuah kwitansi kosong dengan alasan "ini belum selesai". Ari yang percaya saat itu, menuruti permintaan tersebut.

Kecurigaan muncul ketika pada 15 Januari 2025, Ari hendak mengambil barang-barang di rumahnya, namun mendapati semua barang telah raib. Edward tidak bisa dihubungi dan tidak memberikan jawaban. Setelah mengutus Nurudin untuk mencari kejelasan, Ari baru mendapatkan salinan dokumen jual beli dari Notaris Emelia pada 31 Januari 2025. Betapa terkejutnya Ari, saat itu ia mendapati kwitansi kosong yang pernah ia tanda tangani kini sudah terisi dengan keterangan pembelian tanahnya.

Rumah tersebut kini telah terjual, namun Ari Prasetyo mengaku belum menerima sisa uang sebesar Rp 200 juta dan merasa menjadi korban penipuan Edward dan Notaris Emelia. Selain kerugian uang, Ari juga kehilangan barang-barang berharga dari rumahnya.

Ibarat kata sudah jatuh tertimpa tangga karena bunga pinjaman selalu di bayarkan Dengan lancar oleh ibu AP bahkan sampai 10 Kali.

Namun Kepolisian Resor Kota Banyumas sendiri telah bergerak cepat menanggapi laporan/pengaduan Ari Prasetyo.

Dengan di berikanya bukti Pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan dengan Nomor : SP2HP/629/IV/RES.1.11/2025/Satreskrim, tertanggal 16 Mei 2025, menunjukkan bahwa penyelidikan sedang berjalan.

Ari prasetyo berharap kasus ini dapat segera terungkap dan keadilan dapat ditegakkan.

 Ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memastikan semua dokumen transaksi hukum dibaca dengan teliti sebelum ditandatangani.

(Setyo N)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...