Langsung ke konten utama

Gelar “Mancing Mania,” Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat, Rapatkan Tali Silaturahmi Dengan Insan Pers


KAB. BANDUNG // KABAR NASIONALIS

Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat menggelar kegiatan “Mancing Mania Bersama Jajaran Kepengurusan dan Anggota Aliansi” pada Minggu, 4 Mei  2025. Bertempat di Kolam Pemancingan Mang Donking, Sebrang Polsek Cimenyan, Padasuka, Bandung. 

Acara ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan sinergitas antara pihak Jajaran kepengurusan Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat dengan insan pers di Jawa Barat.

Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat Kang Agus Ega, dan Humas Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat. Kegiatan  Mancing Mania tersebut diikuti oleh Jajaran Kepengurusan Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat, serta  beberapa wartawan dari berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Suasana semarak terpancar sejak awal acara. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan.

Acara diawali dengan sambutan hangat dari Divisi Humas Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat, Kurnia Dewa. Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Ketua Umum Kang Agus Ega dalam menyelenggarakan kegiatan ini. 

Kurnia Dewa menekankan pentingnya Silahturahmi, Sinergi, kolaborasi yang harmonis antara Kepengurusan dan media dalam memberikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat. 

Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat, Kang Agus Ega menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memperkuat hubungan baik yang telah terjalin selama ini dan menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama yang lebih erat di masa mendatang.


Suksesnya acara “Mancing Mania Bersama Jajaran Kepengurusan Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat dan Insan Pers ” ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam membangun hubungan yang lebih baik dengan media. Kegiatan yang dikemas secara santai dan menyenangkan ini terbukti efektif dalam mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan sinergitas. 

Dengan terjalinnya komunikasi yang lebih terbuka dan harmonis, diharapkan penyampaian informasi kepada masyarakat dapat lebih akurat, berimbang, dan membangun, ucap Kang Agus Ega.

Puncak acara adalah dengan botram nasi liwet, Ikan goreng hasil pancingan, dan sambal kecap di tambah lalab peteuy selong, meski terkesan sederhana namun begitu terasa nikmat atas hidangan yang disediakan oleh pihak panitia Aliansi mancing mania. Para peserta tampak bersemangat menambah lagi makanannya terkesan lapar setelah konsentrasi dan tenaga terkuras memancing ikan. 

Meskipun sempet diguyur hujan namun suasana tetap terjaga dengan keakraban dan canda tawa yang menghiasi setiap sudut kolam pemancingan. Tak hanya persaingan, kesempatan untuk bertukar informasi dan mempererat relasi antar peserta juga dimanfaatkan dengan baik.

Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin bulanan. Hal ini menunjukkan komitmen Aliansi Pemerhati Pendidikan Jawa Barat dalam membangun hubungan yang positif dan berkelanjutan dengan insan pers, sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta membangun kepercayaan publik. Semoga kegiatan serupa dapat terus terlaksana dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Barat, pungkas Ketua Umum Kang Agus Ega.**

( Biro Bandung )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...