Langsung ke konten utama

Hari Lahir Pancasila, Rutan Garut bersama Lapas dan Bapas Garut Gelar Upacara Peringatan


KAB. GARUT -- ( KABAR NASIONALIS )

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, UPT Pemasyarakatan se-Garut Raya gelar upacara bendera di Lapangan Upacara Lapas Garut pada Senin pagi (1/6). Upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan seluruh jajaran UPT Pemasyarakatan se-Garut Raya yang terdiri Lapas Kelas IIA Garut, Bapas Kelas II Garut dan Rutan Kelas IIB Garut.

Dalam kesempatannya, Kepala Lapas Kelas IIA Garut Rusdedy selaku Inspektur Upacara membacakan sambutan resmi Kepala  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Peringatan yang jatuh setiap tanggal 1 Juni dengan Tema "Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya" ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan terhadap lima sila yang telah mempersatukan lebih dari 270 juta penduduk Indonesia dalam keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. “Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia mengajarkan bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, tetapi justru kekuatan untuk bersatu,” ujar Kalapas Garut dalam pidatonya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk penyebaran ekstremisme, intoleransi, dan disinformasi di era digital. Melalui Asta Cita — delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045 — pemerintah menempatkan penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia sebagai fondasi utama pembangunan.

Dalam pidatonya, Kalapas Garut Rusdedy mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam empat sektor strategis: pendidikan, birokrasi, ekonomi, dan ruang digital. "Sekolah harus mencetak generasi yang tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral. Pelayanan publik harus berkeadilan. Ekonomi harus berpihak pada rakyat kecil. Dan ruang digital harus menjadi tempat yang menjunjung etika dan toleransi. Mari jadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara. Bukan hanya dalam kata-kata, tapi dalam tindakan nyata,” pungkasnya.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini diharapkan menjadi momen reflektif bagi seluruh jajaran UPT Pemasyarakatan se-Garut Raya untuk terus menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, demi mewujudkan Indonesia yang maju secara teknologi, adil secara sosial, dan luhur secara moral. pungkasnya.





(Ayi Ahmad) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...