Langsung ke konten utama

Klarifikasi Kabid Pertanian Hortikultura Kabupaten Wonosobo(Manto) Terkait Pemberitaan Dugaan Penyimpangan Proyek Smart GreenHouse


KAB. WONOSOBO - - ( KABAR NASIONALIS )

Menanggapi pemberitaan terkait dugaan penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 untuk pembangunan Green House Modern Pengembangan Hortikultura di Kabupaten Wonosobo, Kepala Bidang Pertanian Hortikultura Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Manto, memberikan klarifikasi resmi.

Menurut Manto, laporan yang beredar di media identik dengan laporan yang telah diterima oleh Polres Wonosobo sebelumnya. “Jumlah item dan bahasanya dalam pelaporan sama. Bisa dipastikan pelapor dan narasumber yang disebut RZ adalah orang yang sama,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pihak Polres telah melakukan tindak lanjut dengan pengecekan langsung ke lapangan, dan seluruh item yang dilaporkan telah diuraikan satu per satu. “Insya Allah sampai saat ini, *clear*,” tegasnya.

Beberapa poin klarifikasi yang disampaikan antara lain:

- *Daya Listrik:* Semua Green House telah dipasang daya listrik 2200 VA sesuai spesifikasi, lengkap dengan bukti foto meteran di masing-masing lokasi.

- *Panel Surya dan Accu:* Manto menegaskan bahwa panel surya terpasang di atas atap ruang kontrol dan jumlah accu menyesuaikan kapasitas panel, bukan berdasarkan angka minimal.

- *Pelatihan:* Kegiatan pelatihan pengoperasian dilakukan secara kolektif dan juga di masing-masing lokasi oleh teknisi. Bukti berupa undangan, daftar hadir, dan dokumentasi tersedia.

- *Peralatan dan Sarana Budidaya:* Menurut Manto, seluruh peralatan yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi. Ia juga mengoreksi informasi bahwa dana Rp50 juta bukan hanya untuk pupuk, tetapi mencakup planter bag, benih, handsprayer, angkong, dan kebutuhan lain untuk budidaya.

Manto juga mengimbau agar pemberitaan dapat disajikan secara berimbang dengan melakukan konfirmasi langsung ke lokasi dan narasumber yang mengampu program tersebut. “Jangan hanya dari satu pihak, apalagi jika narasumber tersebut memiliki niat terselubung atau kepentingan lain,” tambahnya.

“Peralatan insya Allah sesuai dengan spesifikasi, begitu juga sarana budidaya,” pungkas Manto dalam pernyataannya.

( Redaksi + Tim )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...