Langsung ke konten utama

Sasar 2 Kecamatan, Satpol PP Tertibkan 5 PKL dan Bangunan Liar


KOTA BANDUNG - KABAR NASIONALIS

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menertibkan lima pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bojongloa Kidul dan Kecamatan Panyileukan, Kamis, 10 Juli 2025. Mereka ditertibkam karena melanggar aturan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Kabid Trantibum) Satpol PP Kota Bandung, Yayan mengatakan, penertiban ini merupakan tindak lanjut dari laporan dan koordinasi dengan unsur kewilayahan.

“Alhamdulillah, kegiatan penertiban hari ini berjalan lancar. Kita menyasar dua lokasi utama, yaitu di Jalan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, dan di Jalan Cimencrang, Kecamatan Panyileukan,” ujar Yayan.

Di Jalan Cibaduyut, dua bangunan liar yang digunakan sebagai tambal ban dan warung dibongkar karena dinilai menghalangi akses jalan menuju kawasan Bandung Business Center (BBC) serta menutup saluran air.

“Sudah dilakukan sosialisasi, edukasi, dan imbauan dari pihak kecamatan. Tapi karena tidak ada perubahan, maka hari ini Satpol PP turun langsung untuk menertibkan. Alhamdulillah pembongkaran berjalan tertib dan aman,” jelas Yayan.

Di titik kedua, Jalan Cimencrang, Kecamatan Panyileukan, petugas menertibkan tiga PKL yang terdiri dari satu pom bensin mini serta dua warung (warung nasi dan warung kelontong).

“Satu PKL bisa dibongkar manual, sedangkan dua lainnya memerlukan alat berat. Kami dibantu oleh Dinas SDABM yang menyediakan beko agar proses lebih cepat dan efisien,” kata Yayan.

Penertiban dilakukan melalui kolaborasi antara Satpol PP, kecamatan, Kelurahan, Danramil, Kapolsek, serta sejumlah dinas teknis seperti DSDABM, Dishub, DPKP, DLH, Dinas Kesehatan serta dinas lainnya.

Sebagian personel juga ditugaskan ke kawasan Pasirluyu untuk menertibkan ulang terhadap pelanggaran yang kembali terjadi di lokasi yang sebelumnya sudah pernah ditertibkan.

“Kalau sudah SOP lengkap di tahap sebelumnya dan ternyata dilanggar lagi, kita tidak perlu ulang dari SP1–SP3. Maka kita langsung tertibkan kembali,” tegas Yayan.

Total 243 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini. Terdiri dari 143 personel Satpol PP dan 100 personel dari unsur kewilayahan, termasuk TNI, Polri, dan perangkat kecamatan serta dinas terkait lainnya.

“Penertiban ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga keteraturan dan menegakkan Perda. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini,” pungkas Yayan. 

( Suhardi Sinaga )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...