Langsung ke konten utama

721 Warga Binaan Lapas Garut Terima Remisi Umum dan Dasawarsa, 30 Orang Langsung Bebas di Momen HUT RI ke-80


KAB. GARUT ~ (Kabar Nasionalis
)

17 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut melaksanakan kegiatan penyerahan Remisi Umum (RU) dan Remisi Dasawarsa kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Acara tersebut digelar secara khidmat di Gazebo Lapas Garut dan dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Garut, di antaranya Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Dandim 0612/Garut, Kapolres Garut, Kepala Kejaksaan Negeri, serta Ketua Pengadilan Negeri Garut.

Per tanggal 17 Agustus 2025, jumlah WBP di Lapas Garut tercatat sebanyak 721 orang. Dari jumlah tersebut, 643 orang menerima Remisi Umum I (pengurangan masa pidana sebagian), 30 orang memperoleh Remisi Umum II (langsung bebas), serta 658 orang mendapatkan Remisi Dasawarsa yang diberikan setiap 10 tahun sekali pada momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.


Dengan adanya pemberian remisi ini, pemerintah dapat menghemat anggaran negara sebesar Rp 1.126.890.000 untuk Remisi Umum dan Rp 1.084.577.000 untuk Remisi Dasawarsa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut menyampaikan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Jenderal Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., yang menegaskan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan bagi WBP yang telah menunjukkan dedikasi, disiplin, serta mengikuti program pembinaan dengan baik.

"Pemberian remisi bukanlah sekadar pengurangan masa pidana, melainkan wujud apresiasi pemerintah bagi Warga Binaan yang berkomitmen memperbaiki diri. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk terus berperilaku baik, menaati aturan, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang bermanfaat," demikian bunyi sambutan yang dibacakan Bupati Garut.


Euforia HUT RI ke-80 dengan tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” menjadi semangat bersama, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Penyerahan remisi diharapkan mampu memberikan harapan baru, semangat perubahan, serta mendorong terciptanya reintegrasi sosial yang lebih baik.

Dengan adanya remisi ini, sebanyak 30 WBP resmi menghirup udara kebebasan dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga, sedangkan yang lainnya tetap menjalani pembinaan dengan pengurangan masa pidana sesuai remisi yang diperoleh.pungkasnya


(Ayi Ahmad)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...