WONOSOBO ~ ( KABAR NASIONALIS )
Terkait dengan viralnya video pemukulan terhadap seorang terduga pelaku pencurian oleh anggota TNI di Dusun Bakulan, Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar, orang tua dari terduga pelaku akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta pihak terkait.
Orang tua terduga pelaku mengungkapkan penyesalan mendalam atas tindakan anaknya yang menyebabkan keributan dan keresahan di tengah masyarakat. Ia juga memberikan klarifikasi atas peristiwa yang terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2025, yang melibatkan Serda Umri, anggota Koramil 07/Kalikajar.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Rejosari dan semua pihak yang terganggu akibat ulah anak kami. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Serda Umri yang telah mengamankan anak kami dari amukan massa,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa saat kejadian, anaknya yang diduga melakukan aksi jambret dan tabrak lari sempat dikejar dan hampir dihakimi oleh warga. Serda Umri, yang saat itu bertugas mengamankan kegiatan hiburan Ndolalak bersama Polsek Kalikajar, bertindak cepat untuk mengamankan situasi.
Karena situasi massa yang sudah sangat tidak terkendali, Serda Umri kemudian meminta izin kepada orang tua pelaku untuk melakukan tindakan simbolis berupa pukulan, agar massa merasa terwakili dan tidak bertindak lebih brutal. Atas dasar itu, orang tua pelaku menyatakan bahwa ia secara sadar telah mengizinkan tindakan tersebut demi keselamatan anaknya.
“Kami menyadari bahwa tindakan itu hanyalah strategi agar anak kami bisa selamat dari massa yang sudah emosi. Kami tidak menyalahkan Serda Umri, justru berterima kasih atas inisiatifnya yang menyelamatkan nyawa anak kami,” tambahnya.
Pihak keluarga juga mendukung proses hukum yang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian. Mereka berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi anak mereka dan tidak terulang di masa mendatang.
Dengan pernyataan ini, keluarga berharap polemik di masyarakat dapat mereda dan publik dapat melihat peristiwa ini secara utuh dan proporsional.
(Am.Rohadi)

Komentar
Posting Komentar