Langsung ke konten utama

Rasmono SH : Dua Kasus Siswi Hamil dalam Satu Sekolah, Ini Alarm Bahaya Serius


PURBALINGGA ~ ( KABAR NASIONALIS )

Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh kasus memprihatinkan. Seorang siswi SMP Negeri di Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, diduga menjadi korban tindak asusila hingga kini dilaporkan tengah hamil tiga bulan. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus serupa yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Kepala sekolah, *Fitriani*, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ini bukan kasus pertama yang menimpa sekolahnya. “Tahun ini saja, dua siswi terpaksa kami keluarkan karena kondisi kehamilan. Satu lainnya sedang dalam pengawasan khusus karena pergaulannya sangat mengkhawatirkan. Bahkan, ada laporan mengenai dugaan transaksi uang yang berkaitan dengan relasi tidak sehat di antara siswa,” ujar Fitriani.

Fitriani menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi ini dan menekankan perlunya kolaborasi semua pihak, khususnya orang tua, dalam mengawasi anak-anak di luar jam sekolah. Ia juga menyoroti minimnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pergaulan bebas di kalangan remaja.

Pihak keluarga korban mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak. “Kami minta pelaku segera diusut dan dihukum seadil-adilnya. Jangan sampai ada anak lain yang menjadi korban,” tegas salah satu anggota keluarga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menanggapi kasus ini, pakar hukum *Rasmono, SH* menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan pelanggaran hukum serius. “Ini bukan hanya masalah moral, tapi pidana berat. Korban adalah anak di bawah umur, sehingga pelaku dapat dijerat dengan UU Perlindungan Anak,” ungkapnya.

Rasmono juga menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Ia mendorong sekolah untuk memperkuat pengawasan dan aktif memberikan edukasi seksual yang sehat dan kontekstual. “Dua kasus dalam satu sekolah adalah tanda bahaya. Ini harus menjadi bahan evaluasi total,” tegasnya.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum refleksi serius bagi seluruh pemangku kepentingan—sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum—untuk memperkuat sistem perlindungan anak dan mencegah kasus serupa terjadi kembali di masa depan.

*(Am,Rohadi)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...