Langsung ke konten utama

TEGUHKAN KOMITMEN SAMBUT ERA BARU PENEGAKAN HUKUM, BAPAS GARUT DAN POLRES GARUT MANTAPKAN KOORDINASI PENERAPAN UU KUHP BARU


KAB. GARUT - (Kabar Nasionalis)

Dalam rangka menyambut penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang akan mulai berlaku pada tahun 2026, Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Kelas II Garut, Kiki Oditya Hernawarman, melakukan kunjungan kerja ke Kepolisian Resort (Polres) Garut, Rabu (05/11).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, bersama jajaran pejabat utama Polres Garut. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif dalam membahas berbagai persiapan menghadapi penerapan UU KUHP baru.

Agenda utama kunjungan ini adalah membangun sinergi dan membahas langkah-langkah strategis dalam menghadapi perubahan sistem hukum pidana nasional, khususnya yang berkaitan dengan peran Balai Pemasyarakatan dalam pelaksanaan keadilan restoratif, pembimbingan klien pemasyarakatan, serta koordinasi antar Aparat Penegak Hukum (APH).

Dalam diskusi tersebut, Kabapas Kiki Oditya Hernawarman menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor agar penerapan UU KUHP baru dapat berjalan efektif dan selaras dengan semangat pemasyarakatan yang humanis.

“Sinergi antara Bapas dan Polres menjadi kunci untuk mewujudkan sistem penegakan hukum yang berkeadilan, proporsional, dan berpihak pada nilai kemanusiaan,” ujar Kiki.


Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menyambut baik langkah koordinatif yang dilakukan Bapas Garut.

“Kami siap mendukung pelaksanaan UU KUHP baru dan memperkuat kerja sama dengan Bapas dalam rangka mewujudkan penegakan hukum yang adaptif dan berintegritas,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan, di akhir kegiatan Kabapas Garut dan Kapolres Garut saling bertukar plakat kenang-kenangan sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama dalam menghadapi penerapan UU KUHP baru.

Melalui kunjungan ini, Bapas Garut dan Polres Garut berkomitmen untuk terus mempererat koordinasi dan kolaborasi dalam mewujudkan penegakan hukum yang humanis, berkeadilan, serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang modern, produktif, dan berintegritas.


(Ayi Ahmad)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...