Langsung ke konten utama

Pedagang Pasar Ciroyom Bersatu Serukan Keadilan, Tolak Revitalisasi Sepihak, Desak Transparansi Perumda Pasar Juara


KOTA BANDUNG ~ (( KABAR NASIONALIS ))

Ketua Forum Perkumpulan Pedagang Pasar Ciroyom Bersatu, Asep Undang memberikan wawasan dan pemaparan yang utama bagi para pedagang Pasar Ciroyom terkait penolakan revitalisasi berakar pada kekhawatiran akan harga lapak/Kios yang tidak terjangkau dan kurangnya transparansi dari pihak Perumda Pasar, Selasa (16/12/2025).

Asep Undang menyampaikan satu hal: penjelasan. Tentang apa yang akan terjadi dengan kios/lapak pasar tempat kami mencari nafkah. Tentang angka harga kios dan lapak hasil revitalisasi yang tiba-tiba dirilis oleh Perumda Pasar Juara: Rp15 juta hingga Rp18 juta per meter persegi. Sebuah angka yang bukan hanya tidak rasional, tapi juga merampas kesempatan hidup para pedagang kecil, tandas Asep.

Menurut Asep yang juga pengurus APPSINDO, rencana ini sudah mendapat restu dari Wali Kota dan DPRD Kota Bandung. Jika benar, mengapa tidak ada sosialisasi? Mengapa tidak ada ruang musyawarah? Apakah revitalisasi hanya menjadi nama baru dari komersialisasi ruang rakyat?, ujarnya.

Para Pedagang pada dasarnya menolak revitalisasi pembangunan, dan menuntut skema yang lebih transparan, adil dan manusiawi. 

Alasan penolakan :

1. Kondisi pedagang yang belum pulih dari krisis semasa covid dan di susul melemahnya daya beli masyarakat 

2. Legalitas alas hak yang tidak jelas , sehingga menjadi kekhawatiran pedagang akan terbenturnya proses perizinan dan mangkraknya revitalisasi yang direncanakan 

3. Harga yang tidak realistis karena revitalisasi ini menurut informasi dari salah satu direksi perumda pasar, realisasinya hanya renovasi dan pembenahan fasilitas pasar saja

4. Belum ada kajian dari bagian ekonomi sebagai badan pembina perumda pasar juara akan urgensi nya revitalisasi pasar Ciroyom serta kajian2 lainya yg di perlukan dalam tahapan revitalisasi 

5. Belum adanya rancang bangun serta RAB secara detail yg di sosialisasikan secara transfaran kepada seluruh pedagang pasar Ciroyom

6. Harga 15 juta sd 18 juta yang saat ini di wacanakan perumda pasar, sangat tidak realistis untuk revitalisasi yg realisasinya hanya renovasi

Menyayangkan juga sikap wali kota bandung sebagai KPM yang diduga melegitimasi pungutan booking fee dan DP terkait wacana REVITALISASi yang masih sangat prematur, hal tersebut dikuatkan dengan wali kota bandung menerima sebagian pedagang dalam proses tawar menawar harga dari wacana REVITALISASi yang masih sangat prematur, tidak transparan dan tidak menyentuh subtansi

"Intinya, Para Pedagang Pasar Ciroyom Bersatu menolak revitalisasi, menuntut keadilan, transparansi, dan solusi yang memastikan keberlangsungan usaha mereka, bukan penindasan sistematis melalui kebijakan yang memberatkan", pungkas Asep.


(( Redaksi ))****

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...