Langsung ke konten utama

Jalan Rusak Menahun, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Kabupaten


 WONOSOBO ~ (( KABARNASIONALIS ))

Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta UU No. 2 Tahun 2022 (Perubahan atas UU Jalan), kewenangan pemeliharaan jalan dibagi sesuai statusnya. Untuk jalan kabupaten, tanggung jawab sepenuhnya berada pada Pemerintah Kabupaten, yang secara teknis dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Perlu dipahami bahwa status jalan ditetapkan melalui SK Gubernur atau SK Bupati. Namun lebih dari itu, penyelenggara jalan bukan hanya “pemilik”, melainkan memiliki kewajiban hukum untuk melakukan pemeliharaan rutin, memperbaiki kerusakan, serta menjamin keselamatan pengguna jalan. Kewajiban ini melekat karena masyarakat telah memenuhi kewajiban membayar pajak.

Seperti yang terjadi di jalan kabupaten dari Selomerto melalui Desa Karangrejo yang melewati Dusun Kebondalem menuju Dermayu dan Tanggalan, kondisi jalan tersebut makin memprihatinkan. Warga yang setiap hari melintas, terutama masyarakat Kebondalem, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan semakin parah, bahkan beberapa pengendara motor dilaporkan terjatuh dan mengalami kerusakan pada kendaraan akibat jalan berlubang yang tertutup genangan air saat hujan.

Mukhotib, Kepala Dusun Kebondalem, saat hadir dalam pertemuan pemuda menyampaikan bahwa pemerintah desa sebenarnya telah berupaya maksimal. Proposal perbaikan telah diajukan melalui jalur pemerintah maupun dana aspirasi, namun hingga kini belum ada kabar baik dari pihak terkait. Ia meminta masyarakat untuk tetap bersabar sembari berharap solusi segera ditemukan agar jalan tersebut dapat diperbaiki sebelum Lebaran.


Sementara itu, dua warga yang melintas saat itu, Karyo dan Tholip, warga asli Desa Karangrejo, turut menyampaikan keluhannya. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten, Dinas terkait, serta anggota DPRD yang mewakili dapil tersebut, agar benar-benar memperhatikan keluhan warga. Mereka mengingatkan bahwa pada masa pemilu lalu, masyarakat Karangrejo memberikan dukungan besar kepada calon bupati maupun calon legislatif yang kini duduk di kursi DPRD.

Warga menegaskan bahwa perbaikan jalan ini adalah kebutuhan mendesak. Selain demi kenyamanan berkendara, juga untuk mencegah potensi kecelakaan yang lebih parah. Dalam perspektif hukum, penyelenggara jalan dapat dituntut pidana maupun perdata apabila membiarkan kerusakan tanpa perbaikan atau tanda peringatan hingga menyebabkan kecelakaan.

Masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan kanal resmi pelaporan seperti aplikasi LAPOR!, layanan aduan Dinas PUPR, atau media sosial resmi pemerintah daerah. Dokumentasi berupa foto, video, dan titik lokasi akan sangat membantu proses tindak lanjut.

Keluhan warga Kebondalem dan Karangrejo menjadi sinyal kuat bahwa perbaikan jalan kabupaten di wilayah tersebut harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Wonosobo demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.


(Rohadi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...