Langsung ke konten utama

Inspektorat dan Tipikor Diminta Audit Dugaan Penahanan Kartu Bansos Warga


WONOSOBO ~ (( kabarnasionalis ))

Viral di tengah masyarakat, dugaan penyalahgunaan kartu bantuan sosial kembali mencuat di Kabupaten Wonosobo. Pada Selasa, 3 Maret 2026, beredar informasi mengenai seorang oknum perangkat desa yang menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) di Desa Marongsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, yang diduga menguasai kartu bantuan sosial milik warga selama bertahun-tahun.

Kartu yang dimaksud adalah Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang digunakan sebagai akses pencairan bantuan sosial program PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Berdasarkan keterangan sejumlah warga penerima manfaat, sejak kartu tersebut dikeluarkan oleh pemerintah, kartu ATM yang seharusnya dipegang langsung oleh penerima justru diduga dikuasai oleh oknum kepala dusun tersebut.

Seharusnya, kartu KKS diberikan langsung kepada penerima manfaat agar mereka dapat mengakses bantuan secara mandiri melalui ATM atau agen bank yang ditunjuk. Namun dalam kasus ini, warga mengaku kebingungan karena kartu yang di bagian belakangnya sudah tercantum nomor PIN untuk proses pencairan bantuan tidak pernah mereka pegang.

Warga menyebut kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama, bahkan hingga bertahun-tahun, sehingga memunculkan dugaan adanya penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan bantuan sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Menanggapi hal tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah Kabupaten Wonosobo dapat segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pihak yang diharapkan melakukan audit dan penelusuran antara lain Inspektorat Kabupaten Wonosobo serta Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Wonosobo.

Apabila dalam proses audit ditemukan adanya pelanggaran hukum, penyalahgunaan wewenang, ataupun kerugian negara maupun masyarakat, warga berharap agar para pihak yang terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena bantuan sosial seperti PKH dan BPNT merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu agar dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sangat diperlukan agar program tersebut benar-benar sampai kepada yang berhak menerimanya.


(Yanyan N)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23 Green House Bermasalah, DAK 2024 Wonosobo Rugikan Negara Rp. 5,7 Milliar

KAB. WONOSOBO - [ KABAR NASIONALIS ] Proyek pembangunan Green House Modern untuk pengembangan hortikultura di Kabupaten Wonosobo yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp11,5 miliar kini menjadi sorotan. Proyek ini mencakup pembangunan 23 unit green house di setiap kecamatan dengan rincian anggaran: - Pembangunan Green House Swakelola: Rp300.000.000 per unit - Pengadaan Equipment Smart Green House melalui LKPP e-Katalog: Rp150.000.000 per unit - Pengadaan Pupuk untuk Smart Green House: Rp50.000.000 per unit Namun, berdasarkan informasi dari narasumber berinisial RZ, di temukan bahwa beberapa aspek pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Temuan di lapangan meliputi: 1. Tidak terpasangnya sensor di Smart Green House. 2. Daya listrik yang terpasang hanya 1300 VA, padahal seharusnya 2200 VA. 3. Jumlah accu yang terpasang kurang dari 4 buah. 4. Tidak terpasangnya solar panel. 5. Platform web tidak sesuai dengan spesifikasi awal...

Makanan Bergizi MBG Berbelatung, SD Kalibawang Geger! Warga Minta Program Dievaluasi

WONOSOBO - ( KABAR NASIONALIS ) Kejadian tak pantas mencuat dari *Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo*, di mana *BOK nasi program Makanan Bergizi (MBG)* yang dibagikan kepada siswa di *SD Kalikarung 1, SD 2, SD 3, dan SD 4* ditemukan dalam kondisi *berbelatung pada lauk tahu*.  Dalam video pendek yang viral, beberapa guru dan murid terlihat panik dan merinding saat membuka makanan tersebut. Belatung tampak jelas di lauk tahu, membuat siswa ketakutan dan enggan mengonsumsi makanan tersebut. Sejumlah murid pun menyuarakan harapan agar *bantuan ke depan diberikan dalam bentuk uang tunai saja*, bukan makanan, karena lebih aman dan bisa dimanfaatkan langsung oleh keluarga. Kepala Sekolah SDN 1 Kalikarung, *Eny Hartati*, saat dikonfirmasi melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. "Benar, tadi pagi saat makanan dibagikan ke anak-anak, lauknya ada belatung. Dan itu bukan hanya terjadi di sekolah kami, tapi hampir seluruh SD di Kecamatan Kalibawang mengalami hal ...

Siswa- siswi SMK Al Ghifari Banyuresmi Ber- kreasi Dalam Selebrasi Prakelulusan Tahun 2025.

KAB. GARUT // RES-PUBLIKA INDONESIA Siswa Al Ghifari ber Kreasi milisi karees 15 tahun 2025. Selebrasi Siswa Pra kelulusan yang diselenggarakan  di halaman lapang upacara SMK AlGhifari. jl Hasan Arif KM. 10 Banyuresmi Kabupaten Garut,Jawa Barat. Jumat (25/04/2025)   Kegiatan ini yang menjadi sebagai apresiasi Anak- anak kelas XII  Setelah perjuangan mereka belajar selama kurang lebih 3 tahun.  jadi anak-anak  berharap ingin ada kesan sebelum meninggalkan sekolah di SMK Al Ghifari ini, jadi ada kenang-kenangan untuk anak-anak(Siswa-siswi) sebelumnya.  Mereka pun konfirmasi kepada  saya sebagai wakasek Kesiswaan untuk ingin mengadakan kegiatan ini.sehingga kami dari pihak sekolah apa ya istilahnya memberikan lampu hijau sebagai apresiasi ke anak-anak.  Dan juga memberikan semangat juga untuk anak-anak yang akan datang untuk anak-anak kelas 12 mereka setelah lulus dari SMK al-ghifari. Sehingga penuh kenangan yang positif ketika  menjadi ora...